Posted by: dierco on: November 28, 2008
Krisis keuangan global sudah melanda sebagian besar negara-negara di dunia termasuk Indonseia. Imbas dari adanya krisis keuangan global tersebut adalah masing-masing negara berusaha untuk menarik dananya terutama US $ yang berada di luar negeri. Penarikan US$ mengakibatkan melemahnya nilai tukar mata uang termasuk rupiah. Bahkan nilai tukar rupiah melemah sampai angka 12.000 per US $.
Lalu, siapakah yang diuntungkan dan siapakah yang dirugikan dengan adanya krisi keuangan global tersebut? Diantara (karena saya yakin masih banyak yang lainnya) yang dirugikan adalah orang/perusahaan yang membutuhkan US $ untuk transaksi seperti biaya pendidikan, membayar utang atau membeli barang. Kenapa dirugikan? Karena nilai rupiah yang harus dikeluarkan akan lebih banyak dari sebelumnya. Sedangkan diantara yang diuntungkan adalah para pemilik tabungan US $, eksportir dan pegawai bergaji US $. Para blogger (publisher) berpendapatan US $ termasuk golongan yang diuntungkan. Mereka bisa tersenyum lebar, bahkan tertawa karena dolar mereka sekarang harganya lebih tinggi dari sebelumnya. Ibarat tertawa diatas penderitaan orang lain, nasionalisme meraka dipertanyakan. Benarkah orang-orang yang diuntungkan/dirugikan ketika US $ menguat (rupiah melemah) nasionalisme mereka juga pasang surut seperti halnya pasang surut nilai tukar rupiah terhadap US $?